NASEHAT UNTUK PENDUKUNG PRABOWO

Dari pendukung Prabowo

Okay gaess, tulisan ini panjang dan  ngga penting babar blass hhaha, khusus untuk pendukung Prabowo yang lagi selo. Yang ngga dukung minggir yak cari thread lain wkkkkk. Ato besok aku bikinkan nasehat untuk pendukung Jokowi dari pendukung Prabowo hahahh.

‎.
‎Yang pertama dan paling penting, yok kita ingat bahwa soal pilihan capres atau cagub itu selera. Ya bolehlah kaitkan sama iman dan taqwa. Tapi ingatlah bahwa politik ngga semanis itu… 

‎Setiap politisi bisa merapat atau menjauh dari partai atau politisi lain manapun untuk mencapai tujuan. Hampir semua partai pernah saling berkoalisi di belahan bumi Indonesia ini untuk mengusung calon kepala daerah. Jadi kalau memang benar ada “partai setan” maka sejatinya seluruh partai adalah partai setan karena semua pernah saling berkoalisi. Kalo kamu cukup selo dan kurang kerjaan silakan cek konstelasi koalisi pada pilkada serentak kemarin….

‎.
‎Yang ke dua, tak elok menilai keyakinan atau keimanan seseorang berdasarkan capres mana yang dia dukung. Ya setidaknya kita harus introspective bagaimana dulu sebagian kita melabeli Anies Basweedan sebagai seorang Islam liberal dlsb ketika beliau menjadi salah satu timses Jokowi, mendadak sebagian kita memuji mujinya seolah dia sangat salih pada pilgub DKI. Atau ada juga yang mengelukan Ridwan Kamil tetiba menganggapnya munafik ketika merapat dengan partai tertentu (padahal yang diklaim partai baik enggan mencalonkan beliau). Sudah cukup banyak kita berpengalaman menghitamputihkan seseorang atas dasar selera atau pilihan partainya. Padahal yang dukung Jokowi tapi sholat, puasa dan sedekahnya rajin juga banyak. Silakan japri kalo pingin kenalan. Yang dukung Prabowo dan suka lodche juga adaaa…  Jangan japri lah aku ngga akan kasih tau…  (buat yang kerasa, mbok leren le lodche, mending duitnya buat nraktir akuuuhhh). Intinya, meskipun dalam memilih beliau pertimbanganmu adalah keimananmu, dan kau yakin beliau pilihan terbaik untuk kehidupan beragamamu, perlu diingat juga orang yang ada di sekitar Pak Prabowo kan ngga semuanya begitu. Kita juga ndak pernah tau keseharian bapaknya gimana. Berharap boleh aja sih, tapi cukuplah simpan untuk dirimu sendiri. Kita udah banyak dikecewakan oleh publik figures yang tampaknya salih jebul bosok. Tidak sedikit dari kita merasakan nyeseknya ketika, misalnya, kawan sepergerakan kita terciduk melakukan hal nista. Atau figur idolak kita tetiba jadi wagu (ngaku aja, sebagian kita ada yang pernah ngefans sama Ngabalin kaaan?  Ayoo ngakuuuuu :D).  Hati, keimanan, dan kepada siapa dia berpihak tak bisa ditebak. Kita beneran cuma ngandalkan informasi yang sangat sedikit tentang beliau, dan lalu merasa sreg aja (Padahal dulu beliau pernah berkoalisi dengan Bu Mega, kenapa dulunya ngga kalian pilih? Hahha, atau Jangan2 ada diantara kita yang dulu jelek2in Pak Prabowo saat berkoalisi dengan Bu Mega lalu sekarang jadi fansboy? Adaaa pastilah adaaa…!). Pokoknya jangan hitamputihkan orang berdasarkan capres capresan lah…  Plis!

‎.
‎Yang ketiga, kalian sebel ngga kalo ada pendukung Jokowi ngeshare hal-hal yang ngga baik tentang Prabowo? Sebel kan? Iyalah pasti sebel.  Mau informasi itu bener apa hoax, kalo njelek2in Prabowo ya kita bakal sebel dan ngga terima. Informasi kaya gituan ngga akan bikin kita jadi urung milih Prabowo dan lalu milih Jokowi kan? Engga akan.

‎Demikian juga sebaliknya. Mungkin kita merasa puas kalo nemu sisi negatif dari Jokowi dan gatel banget buat nge share. Ya aku pun begitu. Terjadi dong, aku share hal-hal yang ngga kusuka dari Pak Jokowi seperti dia tandatangan surat tapi bilang ngga tau apa yang dia tandatangani,  dia ngomong apa ntar dicounter sama Luhut dll. Rasanya kaya gembira gitu nemuin berbagai alasan  kenapa Prabowo lebih layak dipilih. Tapi terus untuk apa?? Tulisan-tulisan itu ternyata ngga bikin simpati orang yang semula belum simpati pada Pak Prabowo. Adanya malah jadi antipati. Alih-alih nambah dukungan, kita bisa jadi penyebab orang-orang yang tadinya belum punya pilihan jadi enggan pilih Prabowo karena manner pendukungnya yang ngga baik. Aku udah buktiin sih debat pendukung capres di Sosmed itu kontraproduktif. Kecuali beberapa orang aja yang bisa menjadikannya sebagai hiburan. Buat ece2an sama temen di kantor apa di RT, buat lucu-lucuan. Tapi kan ngga semua orang bisa gitu, soalnya yang sampe berantem beneran ya ada. Jadi ya pikirkan dampaknya sebelum share sesuatu. Apakah itu untuk menarik simpati atau cuma buat kasih makan egomu buat buktikan bahwa pilihanmu bener.

‎.
‎Yang ke empat, jaga kewarasan. Banyak dari kita yang empat tahun terakhir ini ngga capek capeknya nyinyirin pemerintah mlulu. Aku yo kadang seh…  Nyinyir. Tapi aku lho emang sering nyinyir bahkan sama pemimpin yang aku pilih dan kemudian pilih lagi. Misal nyinyirin longgarnya kebijakan hotel dan maret2 di Sleman, ha padahal bupatine 2x tak pilih. Lha apalagi ke presiden yang kebetulan yang jadi bukan pilihanku. Tapi selain nyinyir tentang hal yang ngga bener, mbok yao kadang-kadang secara objektif liat hal positifnya. Mesti ada lho…  Cobak sekarang, sebut dalam hati aja setidaknya 3 hal  baik yang dilakukan Jokowi selama pemerintahannya. Kalo ngga bisa, sebaiknya kita berkaca, Jangan2 kita jadi orang yang tidak adil dalam menilai, korektif, dan tidak bisa mengapresiasi usaha baiknya. Kalo pas baca ini masih bilang “lha emang ngga ada bagus-bagusnya je” fiks, sampean mulai sakit! Sama sakitnya sama pendukung Jokowi yang selalu menilai benar setiap apa yang dia kerjakan, dan kalo kita mengkritisi bahkan jika didukung data yang valid dan ilmiah pun mereka ngga trima dan disebutnyalah kita kampret atau kaum bumi datar. Dikiranya Jokowi macam malaikat yang benar terus. (Kalo ada pendukung Jokowi mampir sini, coba sebut dalam hati 5 ke wagu-an Jokowi, kalo ndak bisa mungkin sampean sama ngga warasnya hahha).

‎Menjaga kewarasan ini juga termasuk nanti kalo Insya Allah Prabowo jadi Presiden. Tetep menilai dengan objektif dong, ojo opo-opo dianggep bener. Lha wong yang dipilih presidennya manusia, belum kepilih saja aku sudah yakin nanti dalam memimpin pasti ada ke wagu-an ke-wagu-annya. Rasah dibelani terus. Nek perlu kita juga menjadi bagian yang bisa meluruskan ketika Pemimpin melakukan kesalahan. Tentu dengan cara yang baik dan dibenarkan secara hukum. Kalo Bapak terpilih nantinya, yo siap-siap kecewa, karena ngga seorang pun pemimpin yang bisa memuaskan semua yang dipimpinnya. Kelak Pak Prabowo mungkin akan membuat kebijakan yang ngga sesuai dengan selera kita. Kemungkinan pasti ada. Makanya yok sekarang kalo nyinyir jangan banget-banget, karena baik Jokowi maupun Prabowo, siapapun yang terpilih, ngga mungkin memimpinnya dengan cara seperti maunya kita.

‎.
‎Wes semene sik, nek kurang panjang tulisane kasih tau yaak, ntar kutambahin. 😉

‎-Bukan karena selo- 051018

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top