MEMORAR PERJALANAN

‎Dalam sebuah perjalanan, foto (diri) adalah sebagian kecil yang kadang tak terlalu penting untuk aku pribadi. Terkadang pengalaman (yang tidak selalu manis) lebih melekat, dan membentuk diri.

‎Sekitar tahun 2019-2021 Aku banyak melakukan perjalanan bolak balik Yogyakarta-Palu. Jika perjalanan hanya tentang foto-foto maka semua perjalanan yang menghasilkan sekian puluh ribu Garuda Miles itu adalah perjalanan yang sama setiap waktunya. Tapi nyatanya tidak. Bahkan jika kita mendatangi tempat yang sama ribuan kali pun, perjalanan akan memberi pengalaman yang berbeda. Mungkin kita harus berhadapan dengan maskapai, orang-orang menyerobot antrean, bagasi yang tertinggal, rekan perjalanan yang mengesankan dan lain sebagainya.

‎Kurang dari setahun, mengunjungi Bukittinggi untuk ke dua kalinya, dulu pernah menunggu sekian puluh tahun sejak pertama membaca karya-karya Buya Hamka dan Bung Hatta. Bukittinggi menempati tempat yang spesial di hatiku, dari tokoh-tokoh bangsa yang luar biasa, keramahan orang-orangnya, keindahan alamnya. Sampai pada level tidak ingin banyak mengambil foto, karena biasanya orang mengambil fotonya sendiri di suatu tempat sebagai kenangan mungkin akan sulit di masa depan untuk kembali ke tempat itu.

‎Sebegitu cintanya aku sama Bukittinggi sampai sampai enggan berfoto karena masih ada hari esok, masih ada kesempatan lain untuk berfoto. Seperti aku yang tidak pernah berfoto di tugu atau di 0km Jogja karena  akan ada kesempatan lain waktu. Begitu juga foto-foto di Bukittinggi. Semoga lain waktu berjumpa lagi. Insya Allah aku akan datang kembali.

‎📸 taken by @donmm_ Thank you for the beautiful pictures, Instagram post stock for 3 months 😅.230624

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top