Wajar, kalau orang Muhammadiyah pinginnya ya ndukung orang Muhammadiyah untuk dapat berkiprah pada ranah kepemimpinan bangsa. Asal latar belakangnya bukan agar ketika yang memimpin adalah “orang kita” sendiri kemudian berharap kita mendapatkan kemudahan akses di sana-sini, bisa memasang kawan-kawan kita sendiri pada posisi strategis dan lain sebagainya. Nggak. Orang Muhammadiyah tidak begitu.
Karena kita sudah sangat mafhum dan cukup berpengalaman merasakan betapa memuakkannya ketika orang yang berkuasa kemudian memasang sembarangan orang yang (suka ndlongop dan) tidak jelas kompetensinya (bahkan dengan permainan uang), hanya karena mereka sekelompok. Kita sudah kenyang menyaksikan itu semua dan nauzubilah, jangan pernah mengikuti jejak-jejak yang demikian. Jangan pernah ketika mendukung saudara kita sendiri, diikuti dengan harapan-harapan sereceh itu.
Orang Muhammadiyah, mendukung orang Muhammadiyah adalah menitipkan harapan besar agar kawan-kawan kita yang mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari pengambil kebijakan, akan menjadi salah satu pendukung terwujudnya cita-cita Muhammadiyah. Berpihak pada orang-orang lemah dan terpinggirkan. Menjadi contoh baik dalam memperjuangkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Ketika kita mendukung orang yang dekat dengan kita, adalah bahwa jika mereka tidak amanah di kemudian hari, lebih mudah bagi kita menyentil, menjewer dan mengingatkan.
Mari kita dukung kawan-kawan kita yang memutuskan untuk berjuang pada ranah kepemimpinan di bangsa ini. Namun jangan lantas bebani mereka untuk menggadaikan integritas mereka pada bangsa hanya untuk kepentingan recehan. Muhammadiyah sudah besar, tidak perlu itu semua.
Semoga semua kawan-kawan yang berjuang hari ini, dimudahkan untuk terus meluruskan niat, untuk terus menjaga integritas. Jangan sampai luntur nilai-nilai yang telah diwariskan Ahmad Dahlan. Tetap menjadi kader yang bisa diandalkan. Jangan sampai menjadi kader yang memalukan Muhammadiyah.
Semoga Tuhan selalu menyertai!
(Repost ping papat)190924