1. Kadang demi melindungi sesuatu yang menurut kita penting kita harus mempertaruhkan hal penting yang lain. Dan itu ngga papa banget, karena dalam hidup kadang kita dihadapkan pada pilihan yang sama kecutnya, sama paitnya, akhirnya memilih yang lebih sedikit kecut.
Seperti halnya ketika kita bikin roti sus/choux pastry. Choux pastry/Roti Soes dengan banyak telur itu memang lebih gurih, lembut dan enak, tapi banyak telur membuat bentuknya kurang bagus. Kadang semua hal terbaik yang ingin kita dapatkan tidak bisa kita dapatkan secara bersamaan. Harus memilih salah satu dan merelakan yang lain.
2. Pada akhirnya yang manapun yang kita pilih dan mana yang kita ikhlaskan, Kita ngga punya kewajiban untuk menjelaskan ke orang orang tentang keputusan-keputusan yang kita ambil dalam hidup. Biarkan orang berasumsi sesuai pemikiran mereka. Percayalah orang lain itu juga ngga bakal meluangkan waktu banyak untuk mikirkan kita sebagaimana kita juga ngga banyak mikirin orang lain. Yaaaa paling hanya beberapa menit saja dalam sehari, selebihnya mereka akan sibuk dengan urusan mereka sendiri. Ngga usah GR nganggep bahwa orang-orang akan berpikir begini begitu tentang kita, karena orang yang rajin berpikir pasti punya banyak hal yang harus mereka pikirkan dan kemungkinan besar kita ngga termasuk. Sedangkan orang yang ngga bisa mikir ya ngga akan mikir laah. So no worries! The world doesn’t revolve around you!
3. Banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita kendalikan. Jangan membuang energi dan waktu untuk memikirkan hal-hal yang tetep saja tidak bisa kita ubah walaupun kita memikirikannya sampe gila sekalipun. Yang di luar kuasa kita, Ikhlaskan. Rela kan. Fokus pada hal-hal yang bisa kita tangani.
4. Jangan takut dibenci orang atau tidak disuka, karena Rasulullah sebagai manusia yang paling baik akhlaqnya, dan ma’shum aja ada yang ngga suka, laaahh apalagi kita manusia biasa yang banyak salahnya kan ya.
5. Setiap umat manusia pasti pernah melakukan kesalahan, pasti punya dosa, cuma tempat keplesetnya aja yang beda-beda. Ada yang kepleset di jalan sepi, ada yang terperosok di depan umum. Saat ada sahabat yang tergelincir, itu bukan ujian buat dia doang, tapi juga untuk kita semua yang di sekitarnya. Hati-hati bersikap, jangan mencela kesalahan-kesalahan orang karena bisa mbalik ke kita. Ada haditsnya fyi.
6. Kadang orang masih respek sama kita itu karena Tuhan tutupkan aib dan keburukan-keburukan kita. Belum tentu kalo orang-orang tau sisi “bgst”nya kita masih akan menghormati kita. Jadi bersyukurlah jika orang masih respect sama kita. Salah satu cara mensyukurinya adalah dengan menutup aib saudara kita sendiri. Yaaaa walaupun di jaman sekarang, kadang kita udah tutup aib saudara, tapi dia malah umbar aib sendiri di tiktok wkwkkw.
7. Tapi ada kalanya juga Tuhan buka sisi bgst kita, bersyukurlah juga. Karena itu mungkin cara Tuhan untuk kasih teguran biar kita stop dan segera memperbaiki diri. Bisa aja kalau kesalahan kita terus ditutup kita malah jadi ulang ulang terus kesalahan itu. Bisa aja dengan ngerasain gimana kalutnya saat sisi bgst kita terekspose, malah jadi peluang untuk kita diampuni dan memperbaiki diri, jadi nanti ringan saat hari perhitungan. Siapa tau kan yaaa…..
8. Kepercayaan itu susah dibangunnya, tapi sekalinya orang kehilangan kepercayaan padamu, nyaris ngga mungkin untuk bisa dibangun kembali. Bisa tapi butuh energi yang sangat besar. Tergantung kamu, mau menghabiskan energi membangun di atas puing-puing atau membangun di lahan yang baru.
9. Roda berputar, ada kalanya kita berada di posisi yang ngebantuin orang, ada kalanya kita berada di posisi yang butuh dibantu. Saat itu terjadi, jangan malu meminta bantuan pada saudara atau teman. Karena sebetulnya banyak juga orang yang justru nyari-nyari kesempatan untuk bisa bantu orang lain. Semoga hidupmu dikelilingi orang-orang seperti ini.
10. Hanya karena seseorang melakukan beberapa kesalahan, tidak menjadikan orang tersebut jadi orang jahat. Itu juga berlaku pada diri kita sendiri. Maafkanlah. Beri toleransi.
11. Lanjutannya tar ditambahkan lagi, capek nulisnya